Rabu, 24 April 2013

Gaya Hidup Hijau


Kita adalah ikan dalam kolam :

Saya selalu membayangkan manusia dan lingkungan bagaikan ikan dalam kolam...

Kami memiliki sebuah kolam kecil di depan rumah, yang dihuni enam ekor ikan komet yang gemuk dan lucu. Mereka kelihatannya cukup nyaman hidup dalam kolam berlumut itu walau tanpa pompa udara ataupun filter. Cukup dikuras airnya seminggu sekali.



Suatu pagi suamiku yang rajin dan baik hati, membersihkan seluruh kolam sampai bersih, termasuk lumut hijau yang selalu melapisi dinding dalam kolam. Semuanya disikat bersih...sih...
Namun apa yang terjadi kemudian... Beberapa jam kemudian kami menemukan ikan ikan itu kehabisan nafas dan mati lemas tak lama kemudian.

Ternyata lumut yang selama ini menempel di dinding kolam berjasa sangat besar dalam mensuplai oksigen melalui kemampuan fotosintesisnya. Dengan hilangnya lumut lumut kecil itu, hilanglah pabrik oksigen dalam kolam itu, hilang pula nyawa para penghuni "rumah" alias kolam itu.


¨Ini adalah cara yg sangat mudah bila anda ingin melihat oksigen. 
Tempatkan stoples berisi air jernih dan beberapa batang hydrilla atau tanaman air lainnya, di tempat yg terkena cahaya matahari (tapi jangan terlalu panas). Beberapa saat kemudian akan muncul gelembung2 putih kecil di ujung daun, yg akan terlepas dan berenang menuju permukaan air.
Butiran bulat itu adalah konsentrasi oksigen hasil fotosintesa oleh daun. Selain bola2 putih itu, oksigen dalam bentuk berjuta molekul O2 terlarut dalam air dan tak terlihat oleh mata kita.



Begitu dahsyatnya manfaat fotosintesis yang dilakukan tumbuhan bagi bumi (yang merupakan "kolam" bagi manusia). Namun karena oksigen tidak dapat dilihat dirasakan dan dibaui, kita tidak menyadari bila udara dalam "kolam" kita telah kotor dan tercemar. Kita baru merasa ada yang salah dengan gaya hidup dan lingkungan kita setelah kita terserang berbagai penyakit, mulai dari flu berulang-ulang, asma, alergi, penuaan dini, dan berbagai jenis kanker.


Bila kita tidak menanam pohon di sekeliling rumah, bukankah kita seperti ikan dalam kolam tanpa oksigen? memang kita masih mendapatkan oksigen dari tempat lain, tapi apakah oksigen itu masih bersih dan fresh, belum tercemar asap kendaraan di sekitar kita?

Mungkin bukti konkret bahwa udara di perkotaan sudah sangat tercemar asap kendaraan adalah peningkatan kasus anak dengan autisme setiap tahun di seluruh dunia.

Hemat BBM dan menanam pohon adalah langkah sederhana y├áng bisa kita lakukan untuk melindungi "kolam" atau rumah kita, bumi kita dan anak cucu kita kelak. 

Brundtlan commission mendefinisikan Sustainable Development (Pembangunan Berkelanjutan) adalah pembangunan yg dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masa kini, tanpa mengganggu generasi masa depan dalam memenuhi kebutuhan mereka nantinya.



Warga Jepang telah terbiasa memilah 22 jenis sampah rumah tangga. Namun bagi kita yg baru akan memulai memilah sampah, mulailah dengan 2 macam: sampah organik (sampah dapur, daun, kebun) dan sampah non organik (plastik pembungkus, steriofoam, dll). 
Setelah itu kita bisa menambah dengan sampah botol (botol plastik, kaca, kaleng, dll), sampah kertas kering (koran, kardus, majalah, dll), dan sampah beracun dan berbahaya/B3 (barang elektronik, batere, aki, lampu)





Please visit our other blogs for more green inspiration:

Mengenai Saya

Foto saya
Kami adalah biro jasa arsitektur dan kontraktor khusus rumah tinggal. Misi kami adalah membantu masyarakat dalam merencanakan, membangun, atau merenovasi tempat tinggalnya agar menjadi rumah yang SEHAT. Sehat bagi penghuni rumah tersebut, sehat bagi lingkungan rumah itu, dan terutama SEHAT bagi BUMI kita. Untuk konsultasi GRATIS, silahkan hubungi kami melalui alamat email: griyadesainalamsutera@gmail.com